Notification

×

Dinilai Pemakaman Jenazah Covid-19 Tak Manusiawi, Keluarga Protes dan Berniat Untuk Bongkar

Senin, 09 Agustus 2021 | Agustus 09, 2021 WIB Last Updated 2021-08-09T09:56:25Z

Kupang, BuserTimur = Sebuah video yang berdurasi 1;57 menit kembali bersedar viral pada Minggu (08/08/2021) terkait proses pemakaman jenasah covid-19 di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT yang dinilai tidak manusiawi

Aksi protes dari pihak keluarga dalam video tersebut terlihat pria yang menggunakan jas hitam dengan kaos berwarna abu-abu bernama James Tuke 

Dalam video tersebut James dengan tegas mengatakan akan menelpon Bupati Kupang, Korinus Masneno dan dan mendatangi Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe untuk mempertanyakan hal tersebut.

"Beta (Saya) akan telfon Masneno dan ini malam beta ( Saya) akan pi (Pergi) Jerry Manafe untuk beta pertanyakan,"Tegas James

Atas video yang beredar tersebut, James Tuke saat dikonfirmasi wartawan dikediamannya pada Minggu 8/8/2021 mengatakan dirinya sangat menyayangkan kinerja satgas covid-19 Kabupaten Kupang. Pasalnya ayah kandungnya Johanes Tuke (Alm) setelah dihasil test sweb di RS Leona dinyatakan reaktif  lalu melakukan isolasi mandiri dirumahnya dan meninggal dunia pada Minggu 08/08/2021 pukul 04.00 pagi hari dan ternyata dimakamkan secara tidak manusiawi oleh satgas covid-19.

“Kami keluarga sudah iklas dan menyerahkan proses pemakaman bapak kami secara protokoler. Namun, kami kecewa terhadap kinerja satgas covid-19 Kabupaten Kupang yang tidak maksimal dalam bekerja pasalnya tim satgas terpaksa harus menggunakan face shield dan helm untuk mengeruk tanah demi menutup liang lahat”Tutur James

Menurutnya, ketika melihat proses pemakaman yang dinilai tidak manusiawi tersebut keluarga korban marah kemudian berniat membongkar kembali peti jenasah untuk dibawa pulang agar dimakamkan sendiri.

“Tadinya sekeluarga kami berniat mau gali bawa kembali ke rumah untuk dimakamkan secara lebih layak dan manusiawi, karena ini bukan bangkai busuk/binatang yang ditimbun saja dan selesai. Tapi, setelah rasa emosi itu dingin kembali kami mengiklaskan bapa untuk disemayamkan disitu”Beber James

Lebih lanjut James mempertanyakan anggaran covid-19 pemerintah Kabupaten Kupang terus melakukan refocusing anggaran untuk menangani wabah ini dan besaran anggarannya mencapai milyaran.

“Padahal masyarakat awam saja tahu bahwa dana untuk menagani covid-19 itu ada dan milyaran angkanya. Tapi, kenyataanya kondisi TPC Oelnasi yang dikelola asal-asalan saja”Tanya Jams

Sementara itu Camat Kupang Tengah, Rudolf Talan saat dimintai tanggapannya terkait aksi protes keluarga tersebut dirinya mengatakan menurut perintah pihaknya diminta untuk menyiapkan lubang kubur sementara terkait teknis dan pemakaman dirinya tidak mengetahui namun dirinya akan koordinasi ke satgas Kabupaten Kupang 

Terkait kejadian tersebut, dirinya mengatakan baru pertama kali kubur disini dan baru kondisinya seperti ini  

"Saya kira protes dari keluarga ini baik untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang seperti ini agar dibenahi kedepannya,"Ujar Talan

Talan menambahkan, kondisi tersebut sudah disampaikan kepada pihak keluarga bahwa ditempat pemakaman lebih banyak batu karang daripada tanah dengan harapan keluarga bisa menyediakan alat pendukung akan tetapi karena mendesak sehingga keluarga tidak sempat menyediakan alat yang dimaksud.

“Hal ini akan saya laporkan kepada Bupati dan wakil bupati Kupang untuk melakukan langkah antisipasi kedepan, dengan harapan tidak akan terulang hal yang sama seperti ini”Punkas Talan.

(JA/Tim Liputan)