Notification

×

Bantuan Sumur Bor Bagi Masyarakat Welai Timur Kondisinya Sangat Memprihatinkan

Senin, 23 November 2020 | November 23, 2020 WIB Last Updated 2021-06-16T11:40:05Z

Kalabahi, BuserTimur = Bantuan sumur bor (pokir) pemerintah Kabupaten Alor yang diperuntukan bagi masyarakat kampung Mola Welai Timur ternyata dibangun dihalaman rumah anggota DPRD kabupaten Alor, Marthen Luther Blegur dimana sangat memprihatinkan kondisinya

Dalam pantauan media ini, Minggu 22 November 2020 kondisi sumur bor tersebut memprihantikan karena  kondisinya berbeda dengan awal dibangun. 

Menurut Yusuf Atakari (53), warga setempat yang rumahnya berhadapan langsung dengan lokasi sumur bor, menegaskan sejak sumur bor tersebut dibangun warga setempat belum pernah menikmati air sumur bor tersebut.

“Semenjak sumur bor dibangun tidak pernah kami warga menikmati air tesebut. Apalagi saya sendiri yang rumahnya berhadapan langsung dengan lokasi sumur bor tersebut namun tidak pernah menikmati.” Terang Yusuf

Hal senada juga disampaikan ketua RT 11 kampung Mola, Imanuel Atapelang bahwa semenjak dibangun hingga kini (Minggu 22 November 2020)  sumur bor tersebut tidak  dinikmati oleh warga.

Sementara itu Ketua RT 10 kampung Mola, Mateus Maran saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pembangunan sumur bor di halaman rumah  Dewan Matrhen  blegur atas usulan dirinya karena warga Mola sangat kesulitan air bersih.

Ketika ditanya apakah pembangunan sumur bor tersebut  dikmimati warga sekitar? Dirinya dengan polos mengatakan tidak.

"Sumur bor tersebut belum sempat dinakmati warga," Tutur Mateus yang disaksikan oleh Imanuel Atapelang

Hal tersebut membuat Imanuel Atapelang geram terkait pembangunan sumur bor tersebut tidak ada kesepakatan dengan warga bahkan sekarang telah dipagar tembok mana bisa.

"Tidak bisa seperti ini. Mana pembangunan  sumur bor diam diam saja, apalagi ini peruntukannya untuk masyarakat Mola,"Tutur Imanuel Atapela kesal.

Terkait dengan proyek pembangunan Sumur Bor di desa Mola Welai Timur, Kabid Bagian Penanganan Sumur Bor Dinas Pekerjaan Umum (PU), Anton Makuni ketika dikonfimasi media ini diruang kerjannya Senin 23 November 2020, menegaskan bahwa Dinas PU tidak pernah menangani proyek Sumur Bor di RT.10 kelurahan Welai Timur.

"Dinas PU Kabupaten Alor pada tahun 2019 tidak pernah tangani proyek pengeboran sumur di kelurahan Welai Timur," Ungkap Anton Makuni

Dilanjutkannya, semenjak 3 tahun terakhir semenjak ada Pokir, penanganan proyek pengeboran dapat dilaksanakan oleh empat dinas yang yakni Dinas PU, Dinas Perumahan, Dinas Perkebunan dan Dinas Perindustrian.

"Sumur Bor memang kemarin penanganannya disini. Tapi setelah ada pokir ada empat Dinas yang tangani. Dinas PU juga ada, Dinas Perumahan juga ada, Dinas Perkebunan ju (juga) ada dan Dinas Perindustrian juga ada. Tapi kalau Proyek Pengeboran dengan skala besar dari kementerian pusat langsung ditangani oleh Dinas PU," Ungkap Anton.

Ketika ditanyai terkait estimasi biaya pengadaan Sumur Bor berdasarkan gambar yang ditunjukkan langsung oleh wartawan, Anton memperkirkan proyek dengan item yang tersedia ini  hanya menghabiskan anggaran dibawah 40 juta rupiah.

"Kalau mengacu pada gambar yang saya lihat, biaya pengeboran ini tidak sampai 50 juta. Mungkin hanya sekitar 35an juta Karena kalau di rumah pribadi berarti hanya biaya Bor, Dinamo dengan kran air saja sementara meteran kan sudah ada," Tandas Anton

Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Alor melalui PPK, Evirosa ketika dikonfirmasi media ini di kantor Dinas Perumahan Kabupaten Alor pada Senin 23 November 2020, menyampaikan bahwa pelaksanaan pengeboran air di Kelurahan Welai Timur pada tahun 2019 merupakan proyek yang ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Alor.

"Jadi kegiatan tersebut  dilaksanakan pada tahun anggaran 2019 dengan nomenklatur DPA jelas pembangunan sumur bor untuk warga di Kelurahan Welai Timur. Karena saya ditunjuk sebagai PTK 2019 setelah ada penetapan DPA kita lakukan kroscek dengan lingkungan untuk disesuaikan dengan DPA yakni Kelurahan Welai Timur RT. 10,"Ungkap Evi.

Evirosa mengakui bahwa saat itu tim TPK telah melakukan pengecekan bersama Konsultan dan tim pengawas Dinas Perumahan serta koordinasi dengan RT.

"Jadi saat itu tim TPK sudah lakukan pengecekan bersama Konsultan dan tim pengawas serta kordinasi dengan pemerintah setempat. Kita kemudian melakukan pekerjaan fisik ditempat atas izin  ketua RT 10 yang menunjukkan lokasi dan beliau bersedia untuk dibangun disitu serta membagi ke masyarakat disekitar," pungkas Evi.

Ketika ditanyakan terkait anggaran proyek Sumur Bor tersebut Evi menerangkan bahwa proyek ini dikerjakan dengan estimasi biaya 59 juta Rupiah.

"Jadi untuk biaya proyek ini, awalnya 60 juta kemudian penawarannya 59 Juta sekian. Pembangunan selain sumur bor ada juga pengadaan mesin dinamo dan meteran pembangkit listrik dirumah. Untuk meteran listrik diletakkan di lokasi terdekat yakni rumahnya Pak Marthen Blegur," kata Evirosa.

Sementara itu, Pekerja Sumur Bor Dinas Perumahan Kabupaten Alor, Yanto Bude kaget melihat cuplikan gambar kondisi Sumur Bor terkini yang ditunjukkan oleh wartawan kepadanya.

Menurut Yanto proyek dengan Nominal 59.900.000 ini merupakan proyek yang ia tangani.

"Jadi proyek ini merupakan proyek Dinas Perumahan Kabupaten Alor yang saya terima dengan biaya 59.900.000 Rupiah," kata Anton.

Ketika ditanyakan tekait tembok yang menutupi, Yanto mengakui bahwa ketika dirinya melakukan pengeboran di lokasi masih belum ada dinding tembok yang dibangun.

Yanto mengakui bahwa dalam RAB Sumur Bor ada perubahan item yakni item Generator yang kemudian dihapus dan diganti dengan Meteran Listrik.(*)