KUPANG,BUSERTIMUR - Acara sidang terbuka dalam rangka angkat sumpah 175 mahasiswa profesi perawat dan bidan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang dan Akademi Keperawatan (Akper) Maranatha Groups berlangsung pada Rabu,(18/11/2020) di Hotel Timor Raya Kupang, NTT.
Pantauan media ini, acara yang dibuka secara resmi oleh Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Propinsi NTT, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep, selaku pimpinan sidang dan berjalan lancar yang di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Selanjutnya penyerahan lulusan Ners dan Bidan oleh ketua Stikes Maranatha Kupang Stefanus M Kiik, S.Kep. Ns., M.Kep., Sp. Kep.Kom dan penyerahan lulusan perawat oleh Direktur Akper Maranatha Kupang Camelia Bankker Ssi- Theo. M.si. kepada organisasi profesi masing-masing antara lain Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
"Saya selaku ketua ikatan bidan indonesia propinsi NTT menerima lulusan Stikes Maranatha Kupang prodi D3 kebidanan sebanyak 70 orang untuk diangkat sumpah sesuai ketentuan profesi." Kata Ketua IBI NTT
Pengambilan Sumpah profesi perawat oleh Ketua DPW PPNI Propinsi NTT, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep, didampingi Ketua Stikes Maranatha Kupang, Ka prodi Ners, Direktur Akper Maranatha Groups, serta wakil Direktur 1, acara yang dikukuhkan oleh para rohaniawan dan diakhiri dengan diakhiri penandatanganan berita acara angkat sumpah perawat berjalan sukses. Demikian juga pengambilan sumpah profesi bidan oleh ketua pengurus daerah ikatan bidan indonesia (IBI) Propinsi NTT dengan didampingi Ketua Stikes Maranatha Kupang serta Ka Prodi D3 Kebidanan.
Ketua dewan pembina yayasan Maranatha Kupang NTT, Drs Samuel Selan, pada acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada 175 mahasiswa lulusan perawat dan bidan untuk terus berjuang dalam profesi masing-masing.
"Kepada semua lulusan 175 mahasiswa tenaga perawat dan bidan yang hari ini telah diangkat sumpah teruslah berjuang dalam bidang ilmu profesi masing-masing baik di Rumah Sakit,Pukesmas dan lain-lain dengan mengutamakan pelayanan kepada pasien sebagai nomor satu (1)." Ungkap Samuel.
Lebih jauh Ia berpesan agar dalam mejalankan profesi masing-masing tetap berwibawah dan bersopan santun serta selalu mengandalkan Tuhan agar setiap perjuangan selalu disertai dan bisa berhasil dan sukses.
Ketua IBI NTT, Damita Palalangan, A.Md Keb, SKM, M. Hum, dalam sambutannya mengatakan, sumpah ini merupakan amanat dari undang-undang No.36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan pasal 46 meyatakan Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan wajib memiliki izin.
"Salah satunya seperti Surat tanda registrasi (STR) dengan syarat medapatkan STR harus melampirkan naskah sumpah. Oleh karena itu kami sebagai organisasi profesi ingin sekali kalian mengambil sumpah sesuai ketentuan profesi masing-masing." Harap Damita.
Ia juga menjelaskan tujuan sumpah yang pertama memberi rasa aman dan nyaman kepasa pasien, keluarga dan masyarakat yang kita layani yang kedua memiliki rasa tanggung jawab dan yang ketiga harus memberikan tanggung jawab terhadap profesi.
"Jumlah bidan di NTT saat ini saja sudah sekitar 12 ribu selain adik-adik yang sekarang di sumpah. Tetapi yang tercatat sebagai anggota IBI ada 9.725 orang." Jelas Damita.(ETBA)

