Notification

×

Terkuak Dugaan Manipulasi Berita Acara Musdes 2018 Oleh Mantan Kades Honuk

Jumat, 13 November 2020 | November 13, 2020 WIB Last Updated 2020-11-13T10:32:38Z

KUPANG,BUSERTIMUR - Mantan Kepala Desa (Kades) Honuk, Samuel Tanesib, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, diduga memanipulasi berita acara rapat pemantapan pembahasan program kerja tahun 2018  Desa Honuk.   

Fakta yang terungkap sebagaimana termuat dalam berita acara tersebut, jelas  mencantumkan jumlah peserta rapat sebanyak 44 orang disertai tanda tanggan, namun  ternyata cuma sekedar rekayasa dan terindikasi manipulasi. Demikian informasi yang diterima media ini dari tokoh masyarakat Desa Honuk beberapa waktu lalu.  

Sumber  yang juga tokoh masyarakat Desa ini menyebutkan,  telah terjadi dugaan penipuan terkait berita acara Musyawarah Desa (Musdes) Honuk oleh mantan Kades Honuk, Samuel Tanesib. “Benar telah terjadi  dugaan manipulasi dan rekayasa berita acara Musdes Tahun 2018 berserta tanda tangan”. Ungkap Sumber yang enggan namanya ditulis ini.  

Menurutnya, pada tanggal 15 Februari 2018  yang lalu, terungkap fakta bahwa tidak pernah ada yang namanya rapat pembahasan pemantaan APD Desa Desa Honuk, tapi dalam berita acara termuat ada 44 peserta yang hadir dengan tanda tanda lengkap termasuk nama saya ada.

“Ini yang patut dipertanyakan, mengingat selama dirinya menjabat sebagai Kades Honuk,  tidak pernah ada yang namanya  Musdes. Saya termasuk dalam tim sebelas (11), jadi saya tahu.  Yang pasti telah terjadi dugaan rekayasa dan manipulasi, termasuk tulisan nama 44 orang  dalam rapat pemantapan APBDes pada program kerja tahun 2018 tersebut juga sama”. Bebernya.  

Dirinya juga mengktisi dan mempertanyakan  kebijakan Samuel Tanesib yang selalu membuat keputusan yang tidak tepat dan jauh melenceng dari kebutuhan mayarakat. Contohnya seperti  pengadaan sound system yangt bukan merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Honuk. Apalagi dalam RKPDdes  tidak perna  ada itu, tapi  kenyataannya barang itu ada.  

Sementara itu informasi lain yang diterima media ini menyebutkan, saat menjabat Kades Honuk, Samuel Tanesib, jarang berada ditempat  dan lebih banyak berada di Kupang. Sejumlah  dugaan  penyelewengan pada paket proyek yang dikerjakan tapi tidak direalisaikan karena anggaran habis terpakai, adalah menjadi catatan buruk dalam kepemimpinannya hingga berdampak hukum. Demikian pula dugaan manipulasi berita acara Musdes yang kini terkuak kepermukaan, juga menjadi prioritas untuk dilaporkan ke aparat hukum.  

Hingga berita ini diturunkan, Mantan Kades Honuk, Samuel Tanesib, belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi via ponsel dan pesan Whatsapp,  namun tidak  direspon.(ETBA)