Notification

×

GeNose C19 Mulai Dipakai Satgas Covid-19 GMIT Klasis Kota Kupang

Jumat, 16 April 2021 | April 16, 2021 WIB Last Updated 2021-04-16T16:11:54Z

Kupang, BuserTimur = Tim Penanggulangan Bencana Covid-19 GMIT Klasis Kota Kupang saat ini mulai memakai alat deteksi Covid-19 yang menggunakan sampel napas (GeNose C19), sebagai skrining awal bagi Jemaat GMIT di Teritori Klasis Kota Kupang,NTT.

Dimulai Jumat (16/2) sudah 2 gereja yaitu GMIT Sion Oepura, dan GMIT Kota Baru yang telah di kunjungi Tim Covid-19 Klasis Kota Kupang.

Total 137 orang mengikuti deteksi dini dengan GeNose dimana GMIT Kota baru berjumlah 51 orang presbiter dan GMIT Sion berjumlah 86 orang presbiter.

Tim Covid-19 Klasis Kota Kupang menggunakan GeNose untuk para Presbiter sebelum memulai sidang majelis GMIT Kota baru pada 17.00 wita, dan di dapati 2 orang positif Covid-19 & GMIT Sion Oepura di dapati 5 orang positif Covid-19.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Klasis Kota Kupang, Robert Fanggidae yang juga Direktur utama Bank TLM menuturkan keunggulan dari GeNose C19 dapat di manfaatkan dan di pakai dalam setiap aktivitas gereja yang mengundang perkumpulan orang seperti pada saat ibadah, rapat, latihan paduan suara, dan lain sebagainya.

"Atas nama tim covid-19 Klasis Kota Kupang, kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh jemaat GMIT Klasis Kota Kupang yang dengan senang hati mentaati protokol kesehatan dan  kami juga berterimakasih  kepada KMK Kota Kupang Pdt. Jacky Adam, Kepala Dinas Kesehatan Prop NTT dr. Meserasi Ataupah, dr. Debby Abineno,"ungkap Robert

Untuk diketahui alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada ini telah mendapatkan persetujuan edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19.

Keunggulan alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas, dan tidak menyebabkan rasa sakit bagi pasien, GeNose C19, cepat karena hanya sekitar 3 sd 5 menit, murah & kemampuan jangkauan deteksi dari alat ini bisa mencapai 100 ribu testing corona hanya dengan menggunakan satu alat yang sama. Hasilnya pun memiliki akurasi 93% sd 95% dan kini mulai digunakan untuk masuk ke dalam ekosistem pemeriksaan massal Covid-19 di Indonesia.(*)