Notification

×

IAKN Kupang Cetak Teolog dan Pendidik Agama Kristen Unggul Lewat Pendekatan Integratif dan Interseksional

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T12:19:59Z


BT. COM | KUPANG -- Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan akademik teologi dan pendidikan agama Kristen yang strategis di kawasan Indonesia Timur. Melalui pendekatan integratif dan interseksional, lembaga ini hadir menjawab kebutuhan gereja, sekolah, dan masyarakat akan sumber daya manusia Kristen yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual serta peka terhadap dinamika sosial-budaya.


Dengan komitmen kuat pada mutu dan relevansi pendidikan, Pascasarjana IAKN Kupang menawarkan dua program studi unggulan yang memiliki kekhasan pendekatan kontekstual.


Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen (S2) menonjol melalui pendekatan PAK Integratif. Pendekatan ini memandang Pendidikan Agama Kristen bukan sekadar ilmu normatif, tetapi sebagai bidang yang berinteraksi secara dinamis dengan ilmu pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi, serta realitas lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur yang beragam.


“Program ini dirancang untuk membentuk pendidik dan praktisi yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu, dan praksis pendidikan secara holistik,” jelas pihak Pascasarjana. Program yang ditempuh selama dua tahun (54 SKS) ini menekankan keseimbangan antara teori, pedagogi, riset, serta pembentukan karakter spiritual, sehingga lulusan diharapkan mampu menjadi agen transformasi di sekolah, gereja, dan masyarakat.


Sementara itu, pada jenjang yang lebih tinggi, Program Studi Doktor Teologi (S3) menghadirkan pendekatan Teologi Interseksional. Pendekatan ini mendorong teologi berdialog secara kritis dengan berbagai isu nyata, seperti keadilan sosial, gender, kemiskinan, ekologi, serta relasi antaragama.


“Kami menolak teologi yang sempit dan ahistoris. Teologi harus kontekstual, transformatif, dan berpihak pada kemanusiaan,” demikian visi yang diusung program doktor tersebut. Program tiga tahun (58 SKS) ini dirancang untuk melahirkan teolog dan akademisi yang mampu membaca tanda-tanda zaman serta menghasilkan disertasi orisinal yang memberi dampak nyata bagi gereja dan masyarakat.


Keunggulan akademik Pascasarjana IAKN Kupang turut didukung oleh sumber daya dosen yang kuat dan berpengalaman. Para pengajar terdiri dari profesor dan doktor dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Prof. Dr. Daniel Ronda, Th.M dan Prof. Dr. Zainur Wula yang dikenal luas dalam kajian teologi dan pendidikan.


Selain itu, kehadiran akademisi seperti Dr. I Made Suardana, Dr. Ezra Tari, M.Th, Maya Djawa, Ph.D, dan Liliya F.K. Wetangterah, Ph.D semakin memperkaya perspektif keilmuan melalui pendekatan teologis, pendidikan, sosial, serta wawasan internasional. Para dosen tidak hanya aktif di dunia akademik, tetapi juga dalam pelayanan gereja dan pengabdian kepada masyarakat.


Secara keseluruhan, Pascasarjana IAKN Kupang menegaskan diri sebagai institusi yang berorientasi pada pengintegrasian ilmu, iman, dan praksis. Melalui pendekatan PAK Integratif (S2) dan Teologi Interseksional (S3), lembaga ini berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teologi dan pendidikan agama Kristen yang kontekstual, kritis, dan relevan.


Lulusannya diharapkan menjadi pemimpin pemikiran, pendidik, dan teolog berintegritas yang siap menjawab tantangan zaman, baik di tingkat lokal Nusa Tenggara Timur, nasional, maupun global.


Penulis: Dr. Ezra Tari, M.Th

Jabatan: Direktur Pascasarjana

Alamat: Jl. Pisang No. 29, Oebobo, Kupang