![]() |
| Foto: Kadis P & K Kota Kupang, Dumuliahi Djami |
Kupang, BuserTimur = Pasca siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat pendidikan terhambat alias macet selama satu minggu khususnya di Kota Kupang. Namun perlu diketahui saat ini sudah 80% kembali normal.
Sistim belajar-mengajar yang selama ini diberlakukan secara online (Darring) maupun offline (Durring) terhambat selama 1 minggu dikarenakan jaringan dan listrik yang terganggu dan akses jalan yang tertutup pepohonan.
Menurut kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si saat diwawancarai diruang kerjanya Senin (19/04/21) menjelaskan selama satu minggu pasca seroja sistim pembelajaran berhenti total
"Satu minggu persis itu kita harus jujur katakan bahwa proses belajar-mengajar tidak berjalan,"tutur Djami
Lanjutnya, hal ini dikarenakan bencana alam yang memporak-poranda NTT dan khusunya kota kupang membuat listrik dan jaringan terganggu yang mengakibatkan belajar-mengajar terganggu.
Namun setelah satu minggu, jaringan telkomsel dan listrik berangsur-angsur baik sehingga ada beberapa sekolah di kota kupang yang kini sudah melaksanakan 80% darring
"Setelah 1 minggu pasca seroja, kini sudah 80 persen beberapa sekolah sudah melaksanakan darring dan sisanya durring karena jaringan telkomsel belum baik,"ungkapnya
Lebih dalam dijelaskan Djami, secara durring guru-guru mengirim bahan ajar ataupun soal-soal yang harus dikerjakan siswa dan dikumpulkan ke sekolah masing-masing sedangkan secara darring kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara online.
Untuk diketahui bersama, sistim belajar-mengajar menggunakan Darring (online) dan Durring (offline) selama ini dikarenakan bencana non-alam (Covid-19).(Etmon)
