Notification

×

Terancam Longsor, Warga Oesena Dievakuasi Ke Tiga Titik Sampai Hari Ini

Selasa, 20 April 2021 | April 20, 2021 WIB Last Updated 2021-04-22T07:44:23Z

Kupang, BuserTimur = Sejumlah warga Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang,NTT dievakuasi sejak tanggal 5 April 2021 pasca badai siklon tropis seroja sampai hari ini.

Warga yang dievakuasi sebanyak 145 kepala keluarga yang terdiri dari dusun 2 dan dusun 3 desa Oesena.

Kepala desa Oesena, Nelson F. Boymau kepada media ini Selasa (20/04/21) menjelaskan evakuasi yang dilakukan sejak tanggal 5 April 2021 selama 3 jam dengan bantaun tim penanggulangan bencana di desa

"Kita mengevakuasi warga dusun 2 dan 3 karena laporan yang masuk dan saat itu saya turun langsung untuk melihat dan benar tanah sudah retak,"kata Nelson

Dilanjutkannya, 145 kepala keluarga yang di evakuasia ke 3 tempat diantaranya kantor desa, lumbung desa dan gereja GMI Hoseana dan beberapa rumah warga di dusun 1 yang lokasinya jauh dari lokasi yang terancam longsor

Langkah cepat yang sudah dilakukannya dengan melaporkan kondisi ini ke bupati kupang, Korinus Masneno untuk mendapat perhatian dari pemerintah daerah

"Waktu tanggal 7 saya sudah laporkan ke bupati dan sudah mendapat respon dimana pihak kehutanan akan memberikan sebagian lahan untuk dijadikan pemukiman warga untuk sementara ini,"jelas Nelson

Lebih jauh dijelaskannya berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa lahan yang akan dialokasi seluas 5 hektar. 

Ditambahkannya, meskipun lahan yang dialokasikan hanya untuk sementara namun dirinya akan berusaha agar bisa menjadi tempat tinggal tetap bagi warganya dikarenkan tidak ada tempat lain lagi untuk menempatkan warganya.

Untuk diketahui bersama evakuasi yang dilakukan hanya pada malam hari namun pada siang hari warga diperbolehkan beraktifitas dan kembali ke rumah dan malam hari semua kembali pada tempat evakuasi atau jika terjadi hujan pada siang hari warga dihimbau untuk segera kembali.

Sejauh ini terkait bantaun yang telah diberikan dari instansi-instansi maupun pribadi, namun yang sangat dibutuhkan saat ini bagi warga desa Oesena yang dievakuasi adalah  tikar ataupun kasur lantai

"Kita sangat membutuhkan tikar atau kasur lantai karena mengingat di tempat evakuasi ada bayi, balita, anak-anak dan ibu hamil. Sehingga jangan kita antisipasi bencana alam tapi dikemudian hari kita bisa saja mendapat bencana lagi berupa penyakit,"

Sementara itu ketua tim forum penanggulangan resiko bencana desa oesena, Mikson Ton mengatakan terjadinya retak tanah pada tanggal 4 april 2021 tepatnya pada malam hari

"Ini terjadi pada tanggal 4 malam dengan ada yang mendegar bunyi seperti patahan kayu,"tutur Mikson

Dikatakan Mikson masyarakat tidak diberikan kesemptan untuk kembali ke rumah masing-masing kecuali pada siang hari diperbolehkan namun malam hari diwajibkan kembali ke tempat evakuasi masing-masing.

Kepala dinas lingkungan hidup dan kehutanan propinsi NTT melalui sekretarisnya, Yandri Lasi saat dikonfirmasi Rabu, 21 April 2021 mengatakan untuk sementara waktu bisa dieksekusi ke lahan kehutanan karena bencana alam namun hanya untuk sementara bukan untuk seterusnya

"Pada prinsipnya kita mengizinkan karena ini bencan alam. Tapi hanya untuk sementara bukan selamanya karena itu kawasan hutan,"ujar Yandri.(Tim)